Amnesia Stadium 5

Mei 26, 2014 Tinggalkan komentar

Founder GemaCiamis – Semarang, dalam perjalanan.
25 Mei 2014 :: 21:15

Dimanapun engkau ditempatkan, bahkan ditempat tandus tanpa oase nan menyegarkan, hingga merasa paling tersiksa karena minim pengalaman, sesungguhnya engkau sedang diberi kesempatan untuk belajar mencintai walau menyakitkan.

Gugup dan terkaku karena bingung apa yg hendak dikerjakan, atau diam menyalah keputusan, bahkan merasa terdzalimi karena jabatan yg tak diharapkan, itu hanya sementara, karena engkau sedang diberi kesempatan untuk menikmati apa yg tak dikehendaki.

Bersabarlah, bukan malah meronta menumpuk dosa, mengundang fitnah merayu amarah, melalaikan amanah, pergi menjauh sekehendak tapal yang kau kayuh. Percayalah, ini hanya sementara. Karena engkau sedang diberi kesempatan untuk tegar di tengah badai kegamangan.

Bisa jadi apa yg menurut engkau baik, justru buruk dalam penglihatan-Nya. Dan bisa jadi apa yg menurut engkau buruk, justru baik dalam penglihatan-Nya.

Kualitas engkau sebagai Emas kemuliaan zaman tak mungkin tertukar walau tenggelam dalam tumpukan sampah. Engkau hanya perlu bersabar, disaat digosok dg gurinda kehidupan. Karena pada akhirnya, engkau akan ditempatkan di tempat mulia dengan riuh tepuk tangan penghormatan dan tangis haru berpelukan.

Bersabarlah, bukan lari dari keterbatasan. Engkau telah menelan banyak pelajaran dan ilmu kehidupan, di sini. Di rumah pertama kami.

Kami tak pernah menuntut balas, tapi ajari kami untuk menghormati para guru kami. Di sini, di rumah pertama kami.

Salam ukhuwah,
Untukmu Emas kemuliaan zaman.
Ahen

Kenalan yuk…!

Mei 11, 2012 Tinggalkan komentar

Gambar

Hai,, namaku Henri… Lahir di sebuah desa yang sangat akrab dengan adat dan budaya. ya, aku terlahir di Desa Pamokolan dengan nuansa religius yang cukup kental, maklum lah aktivitas Pesantren dan Madrasah Diniyah cukup memberi warna dan rona wajah dari desa ini. oh iya, aku sudah berusia 23 tahun, tepat tanggal 14 Januari lalu usiaku genap 23 Tahun. Semakin tua aja neech…! hee

 di Rumah, aku 5 bersaudara, 3 kakakku sudah nikah. tinggal aku saja dan adikku yang masih berstatus lajang. Targetnya sih usia ke 25, ups….!!

Saat ini, di rumah hanya ada 3 orang. Ibu, adik dan aku sendiri. kadang aku khawatir dengan adikku yang makin lama makin dewasa, Aku juga kadang sedih meninggalkan ibu di rumah sendiri tanpa ada yang menemani. ya, karena aku jarang pulang rumah. aku terbiasa keliling tempat untuk singgah.

Rencananya, tahun ini aku lulus dari STIKes Muhammadiyah Ciamis dengan gelar S.Kep.(Sarjana Kepepet – Sarjana Keperawatan). Cita-citanya, lanjutin Pendidikan Profesi di tempat yang sama. Ya, namalengkapku nanti jadi, Henri Setiawan, S.Kep., Ners.

Sobat yang budiman, kapan-kapan main ke rumahku. Pintu rumahku selalu terbuka untukmu.(cie.. kayak yang punya pintu za…) yups betul banget, aku tinggal di Desa Pamokolan Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis. Banyak hal yang bisa kita ambil hikmah setelah bersilaturrahim. Selain itu, kita bisa banyak cerita tentang masing-masing pengalaman hidup kita. Bisa saling berbagi atas apa yang kita senangi. Kita juga bisashare mengenai kenangan-kenangan indah bersama orang yang kita cintai. Ya, karena rumahku, adalah tempat untuk berbagi rasa dan merajut cinta.

Belum punya no hp? hmmm ini nomor ku 085 295 203 494

Udah dulu ya….

Kategori:Saia bicara

Rahasia Wanita

Agustus 9, 2009 1 komentar

Mengapa wanita sekarang Mempunyai masalah pada saat menstruasi?

  • Pusing
  • Nyeri
  • Sakit pada payudara
  • Emosi tak terkendali
  • Sakit pada sendi

Mengapa Wanita saat ini sering mengalami masalah kewanitaan?

  • Keputihan
  • Kekuningan
  • Bau tak sedap
  • Merasa gerah dan gatal
  • Inveksi kandung kemih kerana bakter
  • Inveksi vagina oleh bakteri

Mengapa wanita saat ini sering terkena Penyakit ganas yang mengancam jiwa?

  • Kanker rahim (Pembunuh pertama wanita di indonesia)

Stadium Kanker serviksimages 3

  • Kanker Payudara (Pembunuh ke-2 wanita di Indonesia)

kanker payudara

  • Kanker Ovarium
  • Kista

Kista 1

  • Myom

myom 2

Myom

Pada saat ini wanita lebih banyak mengeluarkan uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah untuk menjaga agar wajahnya tetap cantk dan terjaga. Tetapi mereka Lupa merawat Mahkotanya.

Apakah wajah Wanita lebih berharga daripada mahkotanya?????

Kami ikhwah IREMA memiliki solusi untuk mengatasi masalah di atas. Kami memiliki produk baru dari PT Avail Elok INdonesia sebuah produk pembalut yang berkualitas. Tidak menimbulkan gerah dan panas. Alhamdulillah sampai saat ini semua pelanggan kami belum ada yang kecewa dengan pembalut Avail. Bahkan beberapa pelanggan kami yang hendak di operasi karena menderita penyakit di rahimnya, yaitu kista, tidak jadi dioperasi karena Pembalut avail telah membantu menghancurkan cairan kista di rahimnya.

Avail

Ini membuktikan bahwa pembalut avail bukanlah pembalut biasa yang mengandung dioksin, yaitu semacam zat yang dapat mengakibatkan kanker pada bagian rahim wanita.

av lkp

JIka nada memiliki gangguan atau ketidaknyamanan organ vital kewanitaan anda, maka silahkan hubungi sahabat-sahabat kami

Henri SetiawanAkh Henri Setiawan, STIKes Muhammadiyah CiamisPamokolan, Cihaurbeuti-Ciamis

085223 02 42 92

Akh Didin Rosidin, Pasirlandak, Cihaurbeuti-Ciamis

085223 569 519

Akh Adhitya Ismail, Sumberjaya,Ciahurbeuti-Ciamis

085223 415 815

Jangan terlalu lama menunggu. Segera carikan solusi masalah kewanitaan anda dengan menghubungi mereka. insya allah siap melayani anda setiap saat. Untuk konsultasi, anda dapat menghubungi Akh. Henri Setiawan.

Jazakalloh khoir atas kunjungannya, semoga silaturahim kita senantiasa menambah khazanah keilmuan kita.

Kategori:Saia bicara

April 29, 2009 1 komentar

“Boleh jadi gunung tinggipun hancur berantakan, namun hati seorang pejuang

tiada pernah kan bergeming dan berubah, ‘tuk senantiasa memegang teguh janji setianya”

api

Saat pertama aku mengenalnya, kudapati jiwanya adalah jiwa yang berkarakter lain, penuh gelora hidup untuk dapat memberikan andil perjuangan, sigap untuk selalu menyongsong beragam ketaatan, se-nantiasa dihinggapi semangat hidup dan semangat juang, serta lebih banyak berbuat namun sedikit bicaranya.

Maka pantaslah dia menjadi sang pa-nutan dalam kepribadian dan dalam dak-wah. Tatkala diperintahkan untuk berjaga di barisan belakang perjuangan, dengan sigap dia segera berbaur ke belakang. Dan tatkala diperintahkan untuk berjaga di front terdepan, maka secepat kilat diapun telah berada di garda terdepan dalam perjuangan.

Setelah hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, maka aku menyangka bahwa kepribadian dan karakternya pastilah telah berubah oleh berbagai fitnah kehidupan, atau bisa jadi jiwanya semakin lembut, semangatnya semakin re-dup, atau paling minimal adalah bahwa perjuangan dan tekadnya mulai luntur.

Sesungguhnya Allah swt akan senan-tiasa meneguhkan para wali-Nya yang sha-lih dengan kekokohan hati serta memban-tunya untuk dapat mengentaskan berbagai kesulitan dan rintangan.

Allah swt berfirman:

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu da-lam kehidupan di dunia dan di akhirat…..” [QS. Ibrāhīm (14): 27]

Syaykh ‘Abdur Rahmān as-Sa’diy ber-kata:

“Allah mengabarkan bahwa Dia meneguh-kan hamba-hamba-Nya yang beriman, yaitu hamba-hamba-Nya yang telah menunaikan kewajiban iman di lubuk hati mereka dengan sempurna, yang sekaligus menumbuhkan gelora amal perbuatan dari seluruh anggota badannya. Yaitu Allah meneguhkan mereka dalam kehidupan dunia berupa hidayah me-nuju keyakinan yang mantap tatkala syubuhat datang menyerang, atau berupa tekad kuat tatkala syahwat dirinya meradang, dan berupa kesigapan untuk senantiasa lebih mendahulukan kecintaan Allah daripada ke-cintaan hawa nafsu dan keinginan terselu-bungnya.

Dan Dia meneguhkan mereka da-lam kehidupan akhiratnya, yaitu dengan meneguhkan keislamannya tatkala maut datang menjemput hingga beroleh husnul khatimah, dan dengan meneguhkan mereka untuk menjawab pertanyaan dua malaikat tatkala berada di alam kubur. Maka merekapun akan dapat menjawabnya dengan benar, bahwa Allah adalah Rabbku, Islam adalah agamaku dan Muhammad adalah Nabiku” (Taysīr al-Karīm ar-Rahmān fī Tafsīr Kalām al-Mannān: 425-426)

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukan-mu” [QS. Muhammad (47): 7]

Syaykh as-Sa’diy berkata:

“Allah memerintahkan orang-orang beriman agar menolong-Nya, yaitu menegakkan agama-Nya, mendakwahkannya, berjihad mela-wan musuh-musuhnya dan mempersembah-kan semua hal tersebut semata-mata hanya karena mengharap wajah-Nya.

Apabila me-reka telah menunaikan perintah tersebut, maka Allah akan memberikan kemenangan dan meneguhkan langkah mereka. Yaitu dengan menganugerahkan kesabaran, kete-nangan dan keteguhan dalam hati mereka, menyabarkan penderitaan tubuh mereka dan memenangkan mereka dari gempuran mu-suh-musuhnya” (Taysīr al-Karīm al-Rahmān fī Tafsīr Kalām al-Mannān: 785)

Dan bukankah angin topanpun tidak sanggup untuk menghantam gunung yang tegar ataupun pohon yang kokoh? Dan bu-kankah Rasulullah saw telah bersabda:

“Perumpamaan seorang mukmin adalah bagaikan sebuah pohon yang kokoh, yaitu tat-kala angin berhembus kencang maka dia ber-usaha keras menghadangnya agar tetap te-gar, dan tatkala angin berhembus semilir, maka diapun tetap dalam ketegarannya” (HR. al-Bukhāriy dalam Kitāb al-Mar-dha’ Bab Mā Jā’a fī Kaffārah al-Maradh 10/103 No. 5644)

Mungkin saja berbagai fitnah kehidupan sanggup untuk mengikiskan bagian kehidupan duniawinya, baik harta-benda maupun anggota badannya, akan tetapi sesungguhnya apapun yang ada di dunia ini, maka tidak akan sanggup untuk menggoda dan menggelincirkan kaum mukminin.

Dan tidak akan pernah sedikitpun sanggup melumpuhkan tekadnya, meskipun hidup dalam deraan derita dan kemiskinan, kesempitan dan penderitaan, karena jiwanya adalah jiwa seorang kesatria pejuang, tekad perjuangannya senantiasa bergelora, dan hatinya senantiasa tunduk patuh kepada Rabbnya dengan penuh sakīnah dan thuma’nīnah.

Boleh jadi gunung tinggipun hancur berantakan, namun hati seorang pejuang

tiada pernah kan bergeming dan berubah, ‘tuk senantiasa memegang teguh

janji setianya

Belum pernahkah kita menyaksikan seorang kesatria pejuang dari generasi pertama yang pada suatu saat ditikam musuh dan bersiap hendak meregang nyawa, namun di detik terakhir kehidupannya, dia masih lantang berseru dengan penuh senyum kemenangan:

Demi Allah, akulah sang pemenang

Ternyata, kisah heroik ini tidak hanya menjadi milik generasi para shahabat, bahkan dalam setiap generasi kaum muslimin akan senantiasa ada epos kepahlawanan yang mempesona seperti ini, yang memancarkan pesona kebaikan dan keagungan sebagai seorang martir, sehingga kisahnya senantiasa menjadi buah bibir dan keteladanan dalam memegang teguh dan memperjuangkan panji kebenaran.

Banyak sekali orang-orang yang sanggup untuk merengkuh kebenaran, namun sangat sedikit sekali di antara mereka yang mampu untuk berkata lantang, tegar dan sabar dalam memperjuangkan kebenaran tersebut. Dan yang sedikit inilah yang sanggup untuk merubah perjalanan sejarah dan mereformasi realita ummat yang menyedihkan.

Alangkah menawannya ungkapan al-Rāfi’iy yang berkata:

“Hanya dengan bimbingan pahlawan ber-pengalaman yang berhati ksatrialah yang sanggup menggelorakan keberanian para pemuda, dan hal ini tidak akan terealisasi kecuali melalui pembinaan yang ditujukan untuk memupuk keperwiraan ummat” (Majallah ar-Risālah vol. 94, Muharram 1354)

Kalau kita renungkan dengan seksama tentang hal-ihwal dan kondisi kaum muslimin, tentunya kita akan mendapati bahwa kebanyakan mereka secara umum adalah orang-orang yang tidak memiliki andil untuk menyebarkan dakwah dan mengangkat panji perjuangannya. Tekad mereka nyaris tiada berdetak, dan bahkan tidak pernah memberikan perhatian sedikitpun.

Perasaan mereka tidak tersentuh sedikitpun tatkala menyaksikan kehormatan agama diinjak-injak dan dinodai para durjana. Dada mereka tidak pernah merasa sesak tatkala panji tauhid dicabik-cabik. Karena ambisi mereka hanyalah kehidupan dunia yang bersifat fatamorgana lagi fana.

Di belahan dunia yang lain, kitapun melihat sekelompok kesatria yang dengan sigap mengangkat panji tauhid dengan penuh keyakinan dan kemantapan ilmu. Mereka siap mengorbankan harta, keluarga dan bahkan jiwa mereka sendiri demi tegaknya panji tauhid.

Cacian dan celaan yang meng-hujani mereka tiada sedikitpun menyurutkan langkah. Kita jumpai mereka senantiasa ruku’ dan sujud seraya berharap akan karunia dan keridhaan Allah. Itulah sekelompok insan yang telah menggenggam kedudukan agung, sedangkan selain mereka hanyalah beroleh “kedudukan sisa”.

Salah satu hikmah Allah swt yang pasti adalah bahwa sarana yang dapat menghantarkan kepada kedudukan tersebut merupakan jalan terjal yang teramat sulit. Karena kalau seandainya jalannya mudah, tentulah akan banyak insan-insan lain yang sanggup menjadi para prajuritnya, bahkan mungkin secara berbondong-bondong.

Maha benar Allah swt yang berfirman:

“Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu, keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-sama. Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta” [QS. at-Taw-bah (9): 42]

Syaykh as-Sa’diy berkata:

Allah memberikan genderang perang ke-pada hamba-hamba-Nya yang beriman agar mereka sigap untuk pergi berperang di jalan-Nya, baik saat sulit maupun nyaman, dengan semangat maupun terpaksa, saat panas menyengat maupun dingin yang me-nusuk tulang, bahkan dalam berbagai kon-disi.

Yaitu dengan mengerahkan segenap kemampuan dengan seoptimal mungkin, baik dengan harta benda maupun dengan jiwa. Hal ini mengindikasikan bahwa selain de-ngan jiwa, maka jihadpun diwajibkan dengan harta benda, bahkan hal ini sangat dibutuhkan sekali.

Dan jihad dengan jiwa dan harta benda adalah idealisme yang lebih baik dari pada hanya berpangku tangan. Karena di dalamnya terdapat keridhaan Allah, keme-nangan beroleh derajat kedudukan yang tinggi di sisi-Nya, menolong agama-Nya dan menjadikannya sebagai tentara dan go-longan-Nya.

Dan seandainya tujuan jihad tersebut hanya sekedar untuk mendapat manfaat duniawi yang mudah diperoleh, atau hanya sekedar perjalanan singkat yang mu-lus, maka banyak orang yang akan mengi-kutinya, karena tidak akan menemui rin-tangan yang berarti sedikitpun.

Sebaliknya, ketika perjalanan tersebut adalah sebuag perjalanan jauh yang melelahkan dan dipenuhi banyak hambatan, maka banyak orang yang merasa berat menitinya…” (Taysīr al-Ka-rīm ar-Rahmān fī Tafsīr Kalām al-Man-nān: 338)

Sumber daya hakiki yang dimiliki ummat bukanlah berupa harta, persenjataan ataupun sumber tambang dan hal lainnya, karena sesungguhnya sumber daya hakiki tersebut adalah sumber daya manusia yang perkasa, yang memiliki tanggung jawab untuk mengemban amanah yang agung.

Sumber daya hakiki berupa jiwa yang senantiasa siap untuk mempersembahkan dan bahkan mengorbankan kehidupannya demi untuk mengayomi dan melindungi da’wah. Dan gambaran keindahan dari tipikal insan yang berdaya guna ini adalah sebagaimana yang dikemukakan oleh Rasulullah r adalah:

“Sebaik-baik penghidupan yang diupayakan oleh seorang manusia yang akan memberi-kan kebaikan baginya adalah keturunan yang berjiwa militan yang senantiasa bersiaga untuk memacu kudanya menuju medan laga di jalan Allah, yang manakala terdengar genderang perang atau gemerincing pedang di mana pilihannya saat itu hanyalah mem-bunuh ataukah terbunuh, maka diapun de-ngan sigap menyongsongnya” (HR. Mus-lim dalam Kitāb al-Imārah Bāb Fadhl al-Jihād wa ar-Ribāth 3/1503 No. 1889)

Dia adalah seorang kesatria yang telah menadzarkan dirinya untuk membela Allah swt dan senantiasa menyiapkan dirinya untuk berjuang di jalan-Nya, tiada satupun halangan yang sanggup menghadangnya. Renungkanlah bersama sabda Rasulullah saw dalam ungkapan “…memacu kudanya…”, dan ungkapan “…dengan sigap menyongsongnya”.

Saat ini kita berada dalam suatu masa yang masing-masing kita dituntut untuk berfikir “Apakah yang dapat kupersembahkan?”, atau bahkan “Bagaimana aku sanggup untuk menghasilkan suatu (perjuangan) melebihi kemampuan yang ada?”! Hal ini tidak akan mungkin dapat direalisasikan kecuali dengan tekad dan semangat membara yang dilandasi kejujuran, sehingga dalam berbuat atau berproduksi dia senantiasa berfikir jauh ke depan, baik dalam mempersembahkan andilnya mau-pun dalam beramal secara kreatif, dan tidak akan pernah rela untuk beramal dengan sedikit lagi minim.

Jadilah seorang kesatria yang berdiri kokoh di atas tanah

Namun cita-citanya tinggi menerawang hingga menancap di atas langit

Tidak ada satu halpun yang dapat membinasakan kemauan (ambisi) kuat seseorang kecuali karena dirinya sendiri, yaitu dengan merendahkan dan membungkus dirinya dengan kelemahan, hingga melumpuhkan tekadnya, dan diapun tidak sanggup lagi untuk bergerak dan beraktifitas.

Yang membuat kemampuan seseorang terasa hambar dan tidak bermanfaat tiada lain adalah karena dia mengganggap dirinya sebagai orang yang lemah, serta tidak sanggup untuk beraktifitas dan bekerja secara kreatif. Pada umumnya, kebanyakan orang tidaklah akan sanggup untuk menggali kemampuan dan potensi dirinya kecuali melalui pelatihan dan pengalaman yang berulang.

Dan sudah merupakan hal yang lumrah bahwa hasil kerja seseorang sangatlah tergantung pada kadar kemauan (ambisi) dan tekadnya. Seseorang yang memiliki kemauan atau ambisi adalah seseorang yang memiliki tujuan dan cita-cita tinggi, walaupun bisa jadi pada saat tertentu kemampuannya belum mampu untuk menggapainya.

Namun dia akan senantiasa berusaha keras untuk meningkatkan kemampuannya hingga ambisi dan cita-citanya tercapai. Dan apabila kemampuannya telah tumbuh dan tergali, maka dia tidak akan berhenti pada sasarannya yang pertama saja, tetapi dia pun terus meningkatkan dan menggalinya dengan lebih seksama. Alangkah indahnya ungkapan Syaykh al-Islam Ibnu Taimiyah yang berkata:

“Orang awam (yang memiliki ambisi dan tekad biasa-biasa saja) akan berprinsip: Har-ga diri seseorang ada pada apa yang diang-gapnya indah, sedangkan orang khusus (yang memiliki ambisi dan tekad luar biasa) ber-prinsip: Harga diri seseorang ada pada apa yang diidealismekannya (diperjuangkan atau dicita-citakannya)[Madārij as-Sālikīn Juz. 3 hal. 3 dan 148] (teamHasmi.org)

Kategori:Saia bicara

Beasiswa ke mesir

April 29, 2009 2 komentar

Bismillahirrahmanirrahim.

Berdasarkan undangan Duta Besar, Alhamdulillah, saya dapat mengikuti konfrensi pers yang banyak ditunggu kalangan pelajar khususnya Pondok Pesantren di Indonesia. Berikut cuplikannya, semoga informasi dapat bermanfaat. Duta Besar Republik Arab Mesir Ahmed M. ElKewaisny memberikan keterangan pers berkenaan dengan penyaluran Beasiswa Al Azhar untuk pelajar di Indonesia sbb :

1. Hubungan Indonesia dan Mesir sudah lama, bukan saja karna bersejarahnya “Bandung” dengan Konfrensi Asia Afrika, namun lebih dari itu selama berdirinya Unv. Al Azhar, yang merupakan universitas tertua di dunia.

2. Kami berusaha membangun Islam yang baik, Islam yang moderat dan bukan Islam yang dimaksud oleh Barat; yakni Islam yang identik dengan teroris dan radikalisme. Usaha kami adalah membantu menyiapkan kader-kader Islam, juga membantu masyarakat Islam di Indonesia.

3. Terima kasih atas kerjasama Indonesia dengan Mesir; khususnya Departemen Agama RI, sehingga pada saat ini terdapat +- 9,000 pelajar Indonesia yang sedang menuntut Ilmu di Mesir.

4. Pada tahun ini, Al-Azhar memberikan bantuan pengiriman dan penempatan 46 Guru terbaiknya untuk membantu lembaga-lembaga/Pondok Pesantren di Indonesia dalam memberikan pengajaran Bahasa Arab, Syariah dan perkembangan kebudayaan Islam.

5. Al-Azhar juga memberikan bantuan untuk pendidikan Imam dan Da’I Indonesia ke Mesir. Alhamdulillah hingga saat ini telah 76 Ustadz Indonesia dikirim ke Mesir untuk mengikuti pelatihan tersebut kurun waktu 1987 – 2007.

6. Pada seleksi pelajar Indonesia ke Al Azhar Mesir tahun lalu, Pelajar putri lebih baik dari pelajar putra.

7. Mesir memberikan beasiswa setiap tahun kepada pelajar di Indonesia, khususnya mereka yang berekonomi lemah dan memiliki kemampuan secara akademis.

8. Untuk Tahun 2009 ini, beasiswa dibagi dalam 2 bagian :

a. 120 Beasiswa dari Unv Al Azhar Mesir; (jumlah tidak pas dari yang diucapkan) 1. 90 untuk jurusan Agama jenjang S1. 2. 15 untuk tingkat SLTP/menengah. 3. 20 untuk tingkat S2 dan S3 b. 5 Beasiswa untuk jurusan umum di bawah kementrian pendidikan Mesir. Untuk jurusan Arsitektur, kedokteran dan farmasi.

9. Untuk melakukan pendaftaran, dilakukan sbb :

a. Langsung melalui kedutaan Mesir dengan mengajukan permohonan untuk belajar di Mesir dengan melampirkan CV (curriculum vitae) yang menerangkan identitas; nama, telp, hp serta menerangkan dimana ia sekolah dan apa yang ia pelajari.

b. Pelajar yang mengajukan beasiswa adalah dari lembaga/Pesantren yang telah mendapatkan pengakuan dari Al-Azhar.

c. Dikirim ke fax no.021.3145073 d. Pendaftaran dilakukan antara tgl 1 Mei sd 8 Mei 2009 e. Tgl 10 Mei 2009, Akan dihubungi atau diumumkan melalui surat kabar/TV untuk mengikuti Ujian Tulis dan Lisan di Kedutaan secara berkelompok daerah; Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Jakarta.

10. Materi yang akan diujikan adalah sbb : a. Hafalan Al-Qur’an minimal 3 juz (harus lulus) b. Muamalat Fiqhiyyah c. Siroh Nabawiyah d. Al-Hadis e. Yang terpenting bisa bicara Bahasa Arab.

11. Bagi pelajar Indonesia yang tidak mengikuti seleksi beasiswa dari Al-Azhar di kedutaan Republik Arab Mesir di Jakarta (Istilah banyak yang dipakai “terjun bebas”) dan memiliki biaya sendiri untuk berangkat dan belajar di Mesir, Bapak Duta Besar mempersilahkan untuk berangkat dengan sendirinya. Namun pihak kedutaan Mesir masih memohon kerjasama Al-Azhar untuk menguji mereka disana, apakah mampu mengikuti pelajaran atau tidak. Bapak duta menjelaskan; “sehingga kami tidak ingin pelajar Indonesia menuntut Ilmu di Al-Azhar pada jenjang S1 selama bertahun-tahun bahkan ada yang sampai 10 tahun”.

12. Kami tetap berharap, mereka yang datang langsung ke Unv. Al-Azhar Cairo Mesir memiliki persyaratan yang baik; kemampuan bahasa Arab yang baik, kemampuan akademis dan juga memiliki dasar menghafal Al-Qur’an.

13. Pada Bagian lain; Duta juga berterima kasih kepada Departemen Agama yang telah/akan (dalam hal ini tidak jelas) mengadakan seleksi kepada mereka dan memberikan daftar calon yang telah dianggap lulus kepada kedutaan, beliau mengatakan sudah terdapat “400 nama di kedutaan”.

14. Pada saat konfrensi pers, ada peserta dari Pesantren Darunnajah menanyakan tentang apa resiko dari keberangkatan dengan “non beasiswa”, namun Bapak Duta tidak menjawab dengan tegas.

15. Pada bagian akhir; Beliau bercita-cita akan adanya website khusus yang menjalin silaturrahmi antar alumni Mesir. Juga bercita-cita akan adanya Universitas Al-Azhar di Indonesia yang memiliki kurikulum, pengajar dan kualitas sama dengan Al-Azhar yang ada di Cairo Mesir.

Wassalam

Drs. H. Sofwan Manaf, M.si

Kategori:Saia bicara

Doa Qunut Nazilah

Februari 2, 2009 Tinggalkan komentar

اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ ، وَعَافِنَا فِيمَنَ عَافَيْتَ ، وتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ ،

وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلا يُقْضَى عَلَيْكَ ،

وَإِنَّهُ لا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ

اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ ، وَعَافِنَا فِيمَنَ عَافَيْتَ ، وتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ ،

وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلا يُقْضَى عَلَيْكَ ،

وَإِنَّهُ لا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ

اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنَهُمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ

وَاجْعَل فِي قُلُوْبِهِم الإِيْمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوْفُوْا بِعَهْدِكَ الَّذِي

عَاهَدْتَهُمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ إِلهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنا وَأَصْلِحْ لنا دُنْيَانا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لنا آخِرَتنا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لنا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لنا مِنْ كُلِّ شَرٍّ

اللّهمَّ حَبِّبْ إلَيْنَا الإيمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْن

اللهم عذِّبِ الكَفَرَةَ الذين يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ ويُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ ويُقاتِلُونَ أوْلِيَاءَكََّ

اللّهمَّ أَعِزَّ الإسْلاَمَ وَالمسلمين وَأَذِلَّ الشِّرْكَ والمشركين وَدَمِّرْ أعْدَاءَ الدِّينِ وَاجْعَلْ دَائِرَةَ السَّوْءِ عَلَيْهِمْ يا ربَّ العالمين

اللهم فَرِّقْ جَمْعَهُمْ وَشَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَخُذْهُمْ أَخْذَ عَزِيْزٍ مُقْتَدِرٍ إنَّكَ رَبُّنَا عَلَى كلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٍ يَا رَبَّ العالمين

اللهم انصر إخواننا المسلمين المظلومين في فلسطين

اللهم انصر إخواننا المسلمين في كل مكان و في كل زمان….

اللهمَّ ارْزُقْنَا الصَّبْرَ عَلى الحَقِّ وَالثَّبَاتَ على الأَمْرِ والعَاقِبَةَ الحَسَنَةَ والعَافِيَةَ مِنْ كُلِّ بَلِيَّةٍ والسَّلاَمَةَ مِنْ كلِّ إِثْمٍ والغَنِيْمَةَ

مِنْ كل بِرٍّ والفَوْزَ بِالجَنَّةِ والنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

رَبَّنا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

وصَلِّ اللهمَّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سيدِنا مُحَمّدٍ وعلى آلِهِ وصَحْبِهِ وَسلّم والحمدُ ل

Kategori:Saia bicara

Keunikan Angka 8

Oktober 27, 2008 6 komentar

Hmm.. numpang nulis nich.. 🙂

Padahal tulisan ini sudah diceritakan di blog  ini. Tapi dari pada jarang ada yang baca, lebih baik diposting juga di blog h35p4y juga. ;;)

Sekarang kita bermain penjumlahan dan perkalian dengan angka 8.

Yuk kita mulai!

Baca selanjutnya…

Kategori:karya anak h35p4y Tag:,